Minggu, 01 Maret 2020

AYAT-AYAT RUQYAH KHUSUS PEMUSNAH SIHIR

1 AYAT-AYAT RUQYAH KHUSUS PEMUSNAH SIHIR Diperbarui sekitar 7 bulan yang lalu Bismillahirrahmaanirrahiim. Ingat, jangan menunggu keajaiban namun ciptakanlah! karena genangan telaga ilmu Allah itu teramat luas, kita hanya harus mengetuk pintu langit dan mengalirkannya kebumi untuk menghempaskan berbagai bentuk gangguan sihir yang menggelisahkan ummat! BERIKUT INI ADALAH AYAT-AYAT DAN DOA KHUSUS!! AYAT DAN DO'A DALAM PENYEMBUHAN ATAU THERAPY QURANI YANG SERING DIGUNAKAN DAN TELAH TERUJI DALAM METODE "QURANIC HEALING TECHNOLOGY", ini merupakan bocoran dari draft Asli buku Quranic Healing ustad Perdana Akhmad S.Psi semoga bermanfaat untuk menebas sihir-sihir bahkan sebelum buku ini terbit dan memusnahkan berbagai bentuk gangguan sihir dan kegelisahan ummat. Insya Allah sedang disinergikan dengan buku Rehab Hati Session 2 dengan tajuk "Therapi Qurani Rehab Hati". Ayat Ayat Al Quran 1. Ayat ruqyah Sapu Jagad dasar/umum/standar (ayat ini harus ada dalam setiap ruqyah baik untuk penyakit medis maupun non medis/ghoib juga pelengkap disemua tehnik ruqyah) Al-fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al Falaq, An-Nas Ayat-ayat lainnya adalah : Surat Al Baqarah : 1-5, , Al-Imran ayat (18-19 ), Al-A'Araf (ayat ), Al-A'Araf (ayat ), Yunus (ayat ), Taha (ayat 69 ), Al- Mukminin (ayat ), As-Shaffat (ayat 1-10 ), Al-Ahqaf (ayat ), Ar-Rahman (: ayat ), Al-Hasyr ( ayat ), Al-Jin (ayat 1-9) 2. Ayat Untuk Azab ( menyiksa, membakar, menghancurkan, membunuh jin) Surat An Nisa : 56 Al-Ankabuut :57 Ayat lainnya adalah : Al-Baqarah (ayat 206 ), An-Nisa' (ayat ), Al-Maidah (ayat 33-37
2 ), Al-Anfal (ayat 9-14 ), Al-Hijr (ayat ), Al-Isra' (ayat ), Al-Anbiya' (ayat 70 ), As-Saffat (ayat 1-10 ), Ad-Dukhan (ayat ), Al-Jathiya (ayat 7-11 ), Al-Ahqaf (ayat ), Ar-Rahman (ayat ), Al-Haqqah (ayat ), Al-Buruj (ayat 1-22 ), Al-A'la (ayat 1-19 ), Az-Zalzalah (ayat 1-8 ), An-Nasr (ayat 1-3 ) 3. Ayat Untuk Pembatal sihir, ( melepas dan menawarkan kekuatan sihir) Surat Yunus : Ayat lainnya adalah : Surat Al A raf : , Surat Thaha : 69-70, Al-Furqan (ayat 32 ), Anbiya' (ayat 70 ), An-Nur (ayat 39 ), Al-Isra' (ayat 81 ), Fussilat ayat 42 ), Fatir ayat 10 ), Anbiya' (ayat 18 ), Al-A'raf (ayat 18 ), Kahfi (: ayat 98 ), Taha (ayat 69 ) 4. Ayat Untuk Asy syifa, (khusus penyembuhan dan pemulihan) Surat Al Isra ayat 82 Fushshilat ayat 44 Ayat lainnya : At-Taubah ( surah 9 : ayat 14-15, Yunus ( surah 10 : ayat 57 ), An-Nahl ( surah 16 : ayat 67-69, Ash-Syu'ara ( surah 26 : ayat ) 5. Ayat dan doa ruqyah khusus ( untuk berbagai keperluan/tehnik khusus) a. Ayat Untuk Pelempar (untuk membuang penyakit atau menargetkan energi ruqyah kesasaran tertentu) Al-anfaal ayat 17
3 Alfatihah ayat 6 b. Ayat Untuk Penghancur (membuka shied, menghancurkan kekuatan penyakit) Al-Hasyr 21 Ayat lainnya adalah : Al-waqiyah 56, fathir ayat 10, kahfi 98 c. Ayat Untuk Penarik (penyakit, kotoran dan benda sihir, jin dll) Almu minuun 115 Al-Baqarah 148: d. Ayat Untuk Pendinding (membentengi lokasi yang sudah disembuhkan, melindungi tubuh dll) Surat Yasin ayat 9 Ayat lainnya : al-isra 45, al kahfi 94-95, al mu minuun 100, al-furqaan 53, fushilat 5, al hadid 13 e. Ayat Penakluk An-Naml ayat f. Ayat Untuk Pukulan (digunakan ketika menepuk/ memukul tubuh pasien) Al-Nahl 126 : As-Syuara 130 Al-Anfaal 50
4 ح Doa-Doa Tuntunan Rasulullah SAW 1. Doa meminta pertolongan dan kekuatan 
لوىون عي النن يي رر يسبر نااالل ره ون عي الي و ك يي رلن ن عي الي ور 
Hasbunallah wani mal wakiyl, nikmal maula wani mannasiyr 
Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik pelindung, sebaik penolong. 
ب يس الله ال نذ يي ل ي رض رر ع ا يس ه ش يي ء في ال ير ض ول في ال نس اا ء وهر وال نس ي يعر ي العل يي ر 
Bismillahilladziy la yadhurru ma asmihi syai un fil ardhi walaa fissama i wahuwassamiy ul aliym 
Dengan nama Allah Yang karena bersama nama-nya tidak ada sesuatu apapun dilangit atau di bumi mampu mendatangkan bahaya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 نعرويذر ب ك ل اا ت الله ال ن تاا ناا ت ين ش رر اا خل ق 
Na uwdzu bikalimaatillahit tammaati min syarrimaa kholaqo 
Kami berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan. 2. Doa syifa (untuk penyakit fisik, psikis, gangguan jin dan sihir)
 سن ا يش ن يسأ رل الل ه ي العظيي ر نب ي الع ير ش ي العظي ي أ ين ي يش في ك ر ي 
Nas alullahal adziyma robbal arsyil adziymi an yasyfiyakum 
Kami memohon kepada Allah yang Maha Agung, Pemilik singgasana yang agung, semoga Dia menyembuhkan kamu sekalian. 
ذ يه اللن هر ن أ ب ي الب أ ي س ر نب ال ن ناا ني ف و أ ت ا ل نشاا ف يي ل ش فاا ء إ ل ن ش فاا ؤر ك ش فاا ءل ير غااد رر س ق اا 
Allahumaa adzhibil ba sa robbannas, isyfi wa antasyafiy laa syifaa a illa syifaa uka syifaa anlaa yughoodiru saqomaa 
Ya Allah, hilangkan penyakit ini, wahai Penguasa seluruh manusia, sembuhkanlah! Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit
. ب يس الل هن ب يس الل هن ب يس الل هن ن عرويذر ب ع نز ةالله و قردي رت ه ين ش رر اا ن جد رونر حااذ رر 
Bismillahi (3x), na uwdzu bi izzatillahi waqudrotihi min syarrimaa najidu wa nuhaadziru 
Dengan nama Allah, dengan Nama Allah, dengan nama Allah, kami berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-nya dari kejahatan yang kau hadapi dan kami hindari. 3. Doa Penyiksa Allahumma Inna Naj aluka Fi Nuhurihim, Wa Na udzubika min Syururihim Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka

Surat-Surat Pembinasa Jin

Surat-Surat Pembinasa Jin
1.Surat Al Fatihah

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].
6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]
2.Ayat Kursi ( Al Baqoroh : 255 )
255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
[161] Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya.
3.Surat Al Baqoroh : 137





PENYEJUK DAN PENYEMBUH HATI

BERIKUT INI ADALAH AYAT-AYAT DAN DOA KHUSUS!!
AYAT DAN DO'A DALAM PENYEMBUHAN ATAU THERAPY QURANI YANG SERING DIGUNAKAN
DAN TELAH TERUJI DALAM METODE "QURANIC HEALING TECHNOLOGY",
ini merupakan bocoran dari draft Asli buku Quranic Healing ustad Perdana Akhmad S.Psi semoga
bermanfaat untuk menebas sihir-sihir bahkan sebelum buku ini terbit dan memusnahkan
berbagai bentuk gangguan sihir dan kegelisahan ummat. Insya Allah sedang disinergikan
dengan buku Rehab Hati Session 2 dengan tajuk "Therapi Qurani Rehab Hati".
Ayat Ayat Al Quran
1. Ayat ruqyah “Sapu Jagad “ dasar/umum/standar (ayat ini harus ada dalam setiap ruqyah
baik untuk penyakit medis maupun non medis/ghoib juga pelengkap disemua tehnik ruqyah)
• Al-fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al Falaq, An-Nas
Ayat-ayat lainnya adalah :” Surat Al Baqarah : 1-5, 102-103, 284-286. Al-Imran ayat (18-19 ),
Al-A'Araf (ayat 54-56 ), Al-A'Araf (ayat 117-122 ), Yunus (ayat 81-82 ), Taha (ayat 69 ), Al-
Mukminin (ayat 115-118 ), As-Shaffat (ayat 1-10 ), Al-Ahqaf (ayat 29-32 ), Ar-Rahman (: ayat
33-36 ), Al-Hasyr ( ayat 21-24 ), Al-Jin (ayat 1-9)
2. Ayat Untuk Azab ( menyiksa, membakar, menghancurkan , membunuh jin)
• Surat An Nisa’ : 56

• Al-Ankabuut :57

Ayat lainnya adalah : Al-Baqarah (ayat 206 ), An-Nisa' (ayat 166-169 ), Al-Maidah (ayat 33-37

), Al-Anfal (ayat 9-14 ), Al-Hijr (ayat 16-18 ), Al-Isra' (ayat 110-111 ), Al-Anbiya' (ayat 70 ),
As-Saffat (ayat 1-10 ), Ad-Dukhan (ayat 43-50 ), Al-Jathiya (ayat 7-11 ), Al-Ahqaf (ayat 29-
34 ), Ar-Rahman (ayat 32-44 ), Al-Haqqah (ayat 25-37 ), Al-Buruj (ayat 1-22 ), Al-A'la (ayat 1-
19 ), Az-Zalzalah (ayat 1-8 ), An-Nasr (ayat 1-3 )
3. Ayat Untuk Pembatal sihir, ( melepas dan menawarkan kekuatan sihir)
• Surat Yunus : 81 – 82

Ayat lainnya adalah : Surat Al A’raf : 117-122, Surat Thaha : 69-70, Al-Furqan (ayat 32 ),
Anbiya' (ayat 70 ), An-Nur (ayat 39 ), Al-Isra' (ayat 81 ), Fussilat ayat 42 ), Fatir ayat 10 ),
Anbiya' (ayat 18 ), Al-A'raf (ayat 18 ), Kahfi (: ayat 98 ), Taha (ayat 69 )
4. Ayat Untuk Asy syifa, (khusus penyembuhan dan pemulihan)
• Surat Al Isra’ ayat 82
• Fushshilat ayat 44
Ayat lainnya : At-Taubah ( surah 9 : ayat 14-15 , Yunus ( surah 10 : ayat 57 ), An-Nahl ( surah
16 : ayat 67-69, Ash-Syu'ara ( surah 26 : ayat 75-80 )
5. Ayat dan doa ruqyah khusus ( untuk berbagai keperluan/tehnik khusus)
a. Ayat Untuk Pelempar (untuk membuang penyakit atau menargetkan energi ruqyah
kesasaran tertentu)

• Al-anfaal ayat 17

• Alfatihah ayat 6
b. Ayat Untuk Penghancur (membuka shied, menghancurkan kekuatan penyakit)
• Al-Hasyr 21
Ayat lainnya adalah : Al-waqiyah 56, fathir ayat 10, kahfi 98
c. Ayat Untuk Penarik (penyakit, kotoran dan benda sihir, jin dll)
• Almu’minuun 115
• Al-Baqarah 148:d.
d. Ayat Untuk Pendinding (membentengi lokasi yang sudah disembuhkan, melindungi tubuh
dll)
• Surat Yasin ayat 9
Ayat lainnya : al-isra’ 45, al kahfi 94-95, al mu’minuun 100, al-furqaan 53, fushilat 5, al hadid
13
e. Ayat Penakluk
• An-Naml ayat 30-31
f. Ayat Untuk Pukulan (digunakan ketika menepuk/ memukul tubuh pasien)
• Al-Nahl 126 :
• As-Syuara 130
• Al-Anfaal 50
Doa-Doa Tuntunan Rasulullah SAW
1. Doa meminta pertolongan dan kekuatan
م ح ي سبرنمااالل ر ه ومنصعي م اليوم كصيي ر ل،ننصعي م الي م مورلمىوومنصعي م النن ص صيي ر ر
Hasbunallah wani’mal wakiyl, nikmal maula wani’mannasiyr
“Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik pelindung, sebaik
penolong.”
بص ي سمص اللهص النذص يي ل م يم ر ض ر ر م معم ا ي س ص مهص م ش ي ي  ءء فصي  ال م ي ر ص ض ومل م فصي  ال ن س م ماا ص ء ومهرومال ن س ص مييعر ايلعملصيي ر م
Bismillahilladziy la yadhurru ma’asmihi syai’un fil’ardhi walaa fissama’i wahuwassamiy’ul
‘aliym
“Dengan nama Allah Yang karena bersama nama-Nya tidak ada sesuatu apapun dilangit
atau di bumi mampu mendatangkan bahaya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.”
نمعرويذر بصكم لص م ماا ص ت اللهص التناا ن ماا ص ت ص م ي ن م ش ر ر م ماا م خلمقم
Na’uwdzu bikalimaatillahit tammaati min syarrimaa kholaqo
“Kami berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang
Dia ciptakan”.
2. Doa syifa (untuk penyakit fisik, psikis, gangguan jin dan sihir)
نم ي سأم ر ل الل م ه ايلعمظصيي م م ر ن ب ايلعم ي ر ص ش ايلعمظصييمص أم ي ن يم ي شفصيمكر ي م
Nas’alullahal ‘adziyma robbal ‘arsyil ‘adziymi ‘an yasyfiyakum
“Kami memohon kepada Allah yang Maha Agung, Pemilik singgasana yang agung, semoga
Dia menyembuhkan kamu sekalian.”
امللنهر ن م أمذيهص ص ب ايلبمأي م س م ر ن ب النناا ص س،ن اص ي ش ص ف وم أمني م ت ا ل ن شاا فص ي ي  ل م ص ش م فاا م ء إصل ن ص ش م فاا ؤر م ك ص ش م فاا م ءل م يرغماادص ر ر م س م ق م ماا
Allahumaa ‘adzhibil ba’sa robbannas, isyfi wa ‘antasyafiy laa syifaa’a ‘illa syifaa ‘uka
syifaa’anlaa yughoodiru saqomaa
“Ya Allah, hilangkan penyakit ini, wahai Penguasa seluruh manusia, sembuhkanlah !
Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu,
sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit.”
بص ي سمص اللهص،ن بص ي سمص اللهص،ن بص ي سمص اللهص،ننمعرويذر بصعص ن زةصاللهص وم قردي م رتصهص ص م ي ن م ش ر ر م ماا نم ص جدرومنر م حااذص ر ر
Bismillahi (3x), na’uwdzu bi’izzatillahi waqudrotihi min syarrimaa najidu wa nuhaadziru
“Dengan nama Allah, dengan Nama Allah, dengan nama Allah, kami berlindung dengan
keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang kau hadapi dan kami hindari”.
3. Doa Penyiksa
Allahumma Inna Naj’aluka Fi Nuhurihim, Wa Na’udzubika min Syururihim
“Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan merekatidak berdaya) dan aku berlindung dari keburukan mereka.“
Demikian, semoga Allah memberkati ust Perdana Akhmad dengan keberkahan ilmu,
ketenangan dunia akhirat dan keridhaan Allah azza wa jalla di hari yang abadi nanti.


Sabtu, 22 Februari 2020

HUKUM JILBAB PUNUK UNTA DALAM ISLAM


HUKUM JILBAB PUNUK UNTA DALAM ISLAM

(Dikutup dari majalah online dalamislam.com)
Post Date February 17.2020
Post author By Ambar Aruning Tyas
Akhir-akhir ini tidak sedikit wanita yang mengenakan jilbab namun ada tonjolan di belakang kepala.
Tonjolan di belakang ini bisa karena rambutnya yang panjang kemudian digelung.
Atau tonjolan di bagian belakang kepala juga dikarenakan kain yang digunakan sebagai bagian dari penggunaan jilbab itu sendiri agar rapi.
Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memakai jilbab jenis ini dilarang dalam Islam karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Umumnya, mereka merujuk pada hadist berikut ini.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا-رواه مسلم
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya yaitu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seprti punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali).” (HR. Muslim)
Hadits di atas menggambarkan wanita yang berpakaian tidak sesuai dengan adab berpakaian dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaannya, apakah tonjolan di bagian belakang kepala ini termasuk menyerupai punuk unta?
Terkait dengan apa yang dimaksud dengan menyerupai punuk unta, ulama berpendapat punuk unta sebagai lipatan atau gelungan kain yang dinaikkan ke atas kepala.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menyatakan,
“Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk unta” maksudnya adalah mereka membesar-besarkan kepala-kepala dengan kerudung (khimar), tutup kepala wanita (al-khumur) dan kain sorban (al-‘ama’im) atau yang lainnya dari sesuatu yang digelung (dikonde) di atas kepala sehingga menyerupai punuk unta …” (Syarh An-Nawawi ‘Ala Muslim)
Dari pernyataan Imam an-Nawawi di atas, yang dimaksud dengan menyerupai punuk unta adalah membesar-besarkan kepala dengan kain yang digelung di atas kepala, dan bukan di belakang kepala.

Lalu bagaimana jika yang digelung adalah rambut wanita yang panjang?
Imam al-Qurtubi mengatakan,
… kepala-kepala wanita itu dianalogikan dengan punuk unta karena mereka mengangkat (menjadikan gulungan dan lipatan rambut mereka di atas kepala sebagai bentuk perhiasan (berhias, mempercantik) dan dibuat-buat, dan terkadang mereka melakukan itu dengan sesuatu yang bisa menambah rambut mereka (dengan rambut buatan)” (Fathul Baari 10/375).
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan punuk unta adalah lipatan atau gelungan, baik rambut ataupun kain, yang diangkat ke atas kepala dengan tujuan berhias atau mempercantik diri.
Hal ini jelas merupakan salah satu bentuk larangan berpakaian dalam Islam.
Dengan demikian, jika seorang wanita muslimah berambut panjang menggelung rambutnya di belakang kepala kemudian memakai jilbab hingga terlihat tonjolan di bagian belakang kepala maka hal ini tidaklah dilarang.
Apalagi jika sang wanita tidak berniat untuk berhias atau mempercantik diri agar lawan jenis tertarik.
Hal ini dipertegas dengan fatwa yang dikeluarkan Sheikh Bin Baz ketika ditanya oleh seorang penanya,
“Apakah lipatan rambut di belakang kepala untuk wanita yang berambut panjang itu termasuk dalam golongan ahli neraka yang disebut dengan punuk unta dalam hadits Nabi?”
Beliau pun menjawab,
“Tidak!. Wanita yang berambut panjang kemudian melipatnya di belakang kepala tidak masalah walaupun agak sedikit menonjol. Karena larangannya adalah lipatan dari sesuatu selain rambut, seperti kain atau selendang dan semisalnya.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hukum jilbab punuk unta adalah dilarang jika kain yang digunakan ditarik ke atas kepala hingga timbul tonjolan di atas kepala.
Jika tonjolan berada di bagian belakang kepala akibat digelungnya rambut maka hal itu tidak dapat disebut sebagai jilbab punuk unta sehingga tidak dilarang.
Pemahaman ini perlu agar tidak terjadi penghakiman yang sewenang-wenang terhadap wanita berambut panjang yang harus menggelung rambutnya saat menggunakan jilbab.

Adab Terhadap Orang Tua Dalam Islam


Adab Terhadap Orang Tua Dalam Islam

(Dikutup dari majalah online dalamislam.com)
Tidak ada orang yang lebih penting untuk dihormati selain Rasulullah dan orang tua kita. Rasulullah sendiri telah memperingatkan kita untuk sellau berbakti kepada orang tua, baik itu orang tua sendiri maupun orang tua lainnya. Maka dari itu, terdapat beberapa adab terhadap orang tua yang telah dicontohkan oleh Rasulullah sebagai berikut:

1. Tidak memandang dengan tatapan tajam

Sebagai seorang yang jauh lebih muda, kita dianjurkan untuk tidak memandang orang yang lebih tua dengan tatapan yang tajam dan tidak menyenangkan. Berikan tatapan yang lembut dan hangat ketika berhadapan dengan orang tua.
Sebagaimana yang terdapat pada Shohih Bukhari no. 2731, 2732, yang mana para sahabat kala itu selalu memandang dengan penuh hormat kepada Rasul dimana mereka menjalani Rasulullah Saw.

2. Tidak mendahulukan bicara

Adab selanjutnya adalah berbicara dengan mendahulukan yang lebih tua. Biarkan mereka yang lebih tua untuk berbicara terlebih dahulu untuk menyenangkan hati mereka.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كُنَّا عِنْدَ النَّبِىِّصلى الله عليه وسلمفَأُتِىَ بِجُمَّارٍ فَقَالَ « إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً مَثَلُهَا كَمَثَلِ الْمُسْلِمِ » . فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ هِىَ النَّخْلَةُ ، فَإِذَا أَنَا أَصْغَرُ الْقَوْمِ فَسَكَتُّ ، قَالَ النَّبِىُّصلى الله عليه وسلم – « هِىَ النَّخْلَةُ »
“Dulu kami berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian didatangkanlah bagian dalam pohon kurma.  Lalu beliau mengatakan, “Sesungguhnya di antara pohon adalah pohon yang menjadi permisalan bagi seorang muslim.” Aku (Ibnu ‘Umar) sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu adalah pohon kurma. Namun, karena masih  kecil, aku lantas diam. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Itu adalah pohon kurma.” (HR. Bukhari no. 72 dan Muslim no. 2811)

3. Berbicara dengan nada yang lembut

Sebagai orang yang lebih muda, hendaknya kita berbicara dengan nada yang lembut dan penuh sopan santun. Jangan pernah berbicaralah dengan nada yang tinggi apalagi membentak pada orang tua.
Dari Al Musawwir bin Makhramah radhiallahu’anhu tentang sahabat Rasulullah terhadap Rasul ketika berbicara,
وإذا تكَلَّمَ خَفَضُوا أصواتَهم عندَه ، وما يُحِدُّون إليه النظرَ؛ تعظيمًا له
jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731).

4. Tidak duduk di depan orang tua saat mereka berdiri

Jika orang tua sedang berdiri, maka hendaknya kita ikut berdiri dan tidak duduk di hadapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menyelisihi kebiasaan orang kafir yang justru duduk saat orang tua berdiri sehingga dianggap tidak sopan dalam Islam.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu:
اشتكى رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فصلينا وراءَه وهو قاعدٌ, وأبو بكرٍ يُسْمِعُ الناسَ تكبيرَه, فالتفتَ إلينا فرآنا قيامًا فأشار إلينا فقعدنا, فصلينا بصلاتِه قعودًا. فلما سلَّمَ قال: إن كدتُم آنفًا لتفعلون فعلَ فارسَ والرومِ, يقومون على ملوكِهم وهم قعودٌ. فلا تفعلوا. ائتموا بأئمَّتِكم. إن صلى قائمًا فصلوا قيامًا وإن صلى قاعدًا فصلوا قعودًا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengaduh (karena sakit), ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, ‘kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk” (HR. Muslim, no. 413).

5. Selalu mendahulukan orang tua

Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Rasulullah Saw mengenai tiga orang pemuda yang terjebak di dalam gua. Salah satunya pun berdoa kepada Allah dimana dalam doa tersebut menunjukkan bahwa ia selalu mendahulukan untuk memberi susu kepada orang tuanya sebelum memberikannya pada anak-anaknya sendiri. (HR. Bukhari no. 5974 dan Muslim no. 2743)
6. Meminta maaf
Sebagai seorang anak, hendaknya kita selalu memintaaf kepada orang tua jika kita telah berbuat salah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh saudara Yusuf as yang mana mereka meminta maaf kepada orang tua mereka ketika berbuat salah,
يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ
Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“. (QS. Yusuf [12] : 97)

7. Selalu berkata baik

Meskipun orang tua mencela atau berkata buruk pada kita, hendaknya kita selalu membalas dengan perkataan yang baik. Sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah SWT,
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ
Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.” (QS. Al Isro’ [17] : 23)
Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah engkau memperdengarkan pada keduanya kata-kata yang buruk. Bahkan jangan pula mendengarkan kepada mereka kata ‘uf’ (menggerutu) padahal kata tersebut adalah sepaling rendah dari kata-kata yang jelek.”

8. Menafkahi orang tua

Jika orang tua meminta sesuatu kepada kita dan tidak bertentangan dengan Islam, maka berikanlah. Jangan pernah takut untuk kehabisan harta karena itu merupakan salah satu adab dan jalan berbakti kepada orang tua.
Dari Jabir bin Abdillah, bahwa seorang berkata,
“Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak, sedangkan bapakku ingin menghabiskan hartaku.” Maka beliau bersabda, “Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu. (H.R.Ibnu Majah)

9. Selalu mendoakan
Sebagai seorang anak hendaknya kita selalu mendoakan orang tua sebagaimana yang telah diajarkan Allah melalui Al Qur’an,
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At Taubah [9] : 114)

10. Menjaga silaturahmi

Meskipun kita telah dewasa dan memiliki keluarga, namun sebagai seorang anak, kita wajib untuk menyambung silaturahmi dengan orang tua. Dari Asma’ binti Abu Bakar berkata,

Ibuku pernah datang kepadaku dalam keadaan musyrik di masa Quraisy ketika Beliau mengadakan perjanjian (damai) dengan mereka, lalu aku meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku karena berharap (bertemu) denganku. Bolehkah aku sambung (hubungan) dengan ibuku?” Beliau menjawab, “Ya. Sambunglah (hubungan) dengan ibumu.” (HR. Muslim)

Itulah 10 adab terhadap orang tua yang wajib kita amalkan. Semoga kita semua menjadi anak yang selalu berbakti kepada kedua orang tua kita selama di dunia. Aamiin ya rabbal alamin.
(Admin).
https://beritaptpn7unittubu.blogspot.com/
https://ptpn7unittulungbuyut.blogspot.com/